Wednesday, 9 March 2011

Kenapa Aku Egois

PEKANBARU-Bermula dari cerita seorang keponakan pemilik perusahaan, dimana ia bekerja ikut pamannya menjadi seorang jurnalistik pada peruusahaan keluarga yang bergerak dibidang media tersebut. Ia harus menulis dan mencari berita untuk ikut serta memmbesarkan dan mengembangkan perusahaan itu.

Ia direkrut  pamanya saat itu karena  pada saat itu ia lemah dan tidak dapat bekerja apapun, walaupun ia seorang master lingkungan di sebuah universitas nomer satu di negeri jiran, Malaysia. Ia menamatkan di universitas jiran dengan nilai membanggakan IPK 3,28.

Usut punya usut, ternyata keponakan tersebut lemah karena usai mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya terkena geger otak ringan. Sehingga keponakan tersebut memerlukan waktu penyembuhan yang cukup lama, bahkan diponis dokter akan sembuh minimal dua tahun atau gila.

Dengan alasasn tersebut lah pamannya mengambil ia sebagai karyawan, walau pamanya tahu ia tidak akan memberikan kontribusi apapun terhadap perusahaan. Karena dia seorang keponakan yang telah menikah dan memiliki seorang putra. "Jadi paman menilai hal itu juga mnjadi tanggung jawabnya," ungkapnya.
Disitulah tuhan berehendak lain, setelah satu bulan ia bekerja dengan pamanya, ia mulai sembuh dari sakit geger otak ringanya yang baru ia derita selama lima bulan. Ia mulai dapat berinteraksi sedikit lebih sempurna dibandingkan sebelumnya, diamana ia akan lupa apa yang ia kerjakan pada hari kemarin untuk saat ini.
Akhirnya disaat itu ia meminta perubahan pekerjaan kepada pamanya, ia tidak mau lagi mau memakan gaji buta, hanya pergi kekantor dan tidak beraktifitas tetap digaji bulanan.. Walau bekerja di perusahaan milik paman, ia ingin bekerja profesional dan ikut mengembangkan perusahaan keluarga itu.
Menaggapi permintaan keponakannya itu, pamanya sebagai CO, PU, Pimred, Retpel dah semuanya hingga wartawan itu, menugaskannya untuk meliput segala kejadian atau peristiwa di Kantor DPRD Riau sebagai posko liputan.
Waktu terus berjalan hingga tidak begitu terasa, ia telah bekerja dengan pamanya hampir dua tahun dan benar-benar sembuh dari sakit geger otak ringanya. Ia kini mulai dapat sedikit belajar bagai mana mencari berita dan sedikit menulis, walau tulisannya masih sangat tidak bagus.
 Adanya perkembangan yang sangat tidak diduga tersebut, ia pun bekerja di perusahaan pamanya sebagaimana karyawan lainya mencari berita dan menulisnya. Bahkan lebih dari itu, tambahnya, pamanya telah memberinya kepercayaan yang tidak diberikan kepada karyawan lain dan ia diangkat menjadi bendahara perusahaan. "Ya, mungkin saya sebagai sekertaris juga kali ya. karena setiap tagihan bulanan dan surat-menyurat sering saya yang membuat," ungkapnya dengan senyum.
Mungkin berawal dari itu semua, perusahaan keluarga, pamas sebagai CO, PU, Pimred, Retpel dah semuanya hingga wartawan itu, ia merasa gagal untuk ikut mengembangkan perusahaan dan bekerja profesional.
Disaat dia jenuh, apalagi saran dan masukan mengembangkan perusahaan tidak dihiraukan pamanya, juga ia bekerja lebih dari karyawan lain yang hanya menulis berita jam 15.00 WIB bisa santai dengan keluarga, sedangkan ia bekerja harus menunggu berita wartawan lain bisa hingga puukul 21.00 WIB.
Akhirnya ia mengambil keputusan, ia bekerja mengikut gaya karyawan lainya. Datang sesuai jadwal rapat pagi pukul 09.00 WIB dan pulang usai menulis atau mengerim berita. Selanjutnya, tambah keponakan itu, ia mematikan Hand Pohnya agar tidak dapat dihubungi atau diperintah pamanya.
Hal tersebut hanya berlangsung dalam waktu yang tidak cukup lama, pastinya lima hari sebelum tanggal 1 Desember 2010 peristiwa itu terjadi. Pamanya sebagi CO, Pimred, Redaktur dan apa semua marah atas kelakuan ponakanya yang dinilai tidak profesional bekerja. Lebih menyakitkan lagi, terangnya, masalah-masalah keluarga diungkapkan semmua walau tidak langsung.

"Kata nenek sampai separah itu," jelasnya. "Hingga membuat nenek tidak terima dan nangis. Walau nenek menyalahkan apa yang telah aku perbuat," tambah keponakan itu.
Tepat pada hari kejadian, yaitu tanggal 1 Desember, keponakan hadir kekantor sebelum dimulainya rapat. Tampak olehnya, CO perusahaan sedang berhadapan dengan komputer sendirian, tampa menunggu lama, CO perusahaan marah terhadap apa yang dilakukan keponakanya.
"Kenapa kamu itu hand pohn kamu selalu mati? aku kan ngk bisa kontak sama sekali," urai keponakan mencontoh gaya pamanya. Dituturkanya, masih banyak lagi marahan yang dikeluarkan yang mungkin sebenarnya itu adalah kata-kata didikan.
Namun, karena ia tidak puas dan tidak mau keluarga hancur karena pekerjaan, keponakan tersebut dengan hati berat mengembalikan kartu pers dan kamera serta mengucapkan pengunduran diri. "Maafkan saya. Terimakasih jika selama ini paman telah mmbantu saya dan keluarga saya. Pada hari ini (1 Desember 2010, red) saya mengundurkan diri.

Mendapat putusan itu, kata keponakan, pamanya terdiam tampa dapat mengeluarkan sepatah kata pun. Diceritakan, sejak kejadian itu, hampir satu bulan ia tidak berkomunikasi dengan pamanya. bahkan ia juga tidak pernah berkunjung kerumah mbahnya yang berdekatan dengan rumah dan kantor pamanya itu.(10/3/11)



Tolong saran.. Egois dan bodohkan keponakan itu..

Komen Pls tuk masukan keponakan itu.